Dalam atsar shahih lainnya, Abdullah bin Mas’ud juga pernah berkata di hadapan sahabat-sahabatnya: “Sesungguhnya kalian (sekarang) berada di jaman yang banyak terdapat orang-orang yang berilmu tapi sedikit yang suka berceramah, dan akan datang setelah kalian nanti suatu jaman yang (pada waktu itu) banyak orang yang pandai berceramah tapi sedikit orang yang berilmu.” Orang berilmu memiliki kedudukan yang mulia Orang berilmu atau ulama memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW : “Saya mendengar Rasulullah _ berkata: “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan menyiapkan jalan baginya menuju surga. meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadallah : 11). Islam memandang pendidikan adalah hak setiap manusia (education for all) baik laki-laki atau perempuan dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). Pendahuluan I. Latar Belakang Ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Islam, sebab kata islam itu sendiri, dari kata dasar aslama yang artinya “tunduk patuh”, mempunyai makna “tunduk patuh kepada kehendak atau ketentuan Allah”. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan Imam al-Nawawi telah menjelaskan bahawa terdapat 21 ciri kepimpinan Islam antaranya beriman kepada ALLAH dan Rasul-NYA, beramal soleh, menjaga solat, merasa takut kepada peringatan ALLAH, memimpin dengan melahirkan sifat adil, amanah, tidak menipu atau berbohong, benar, berilmu, tidak zalim, tidak menyesatkan, tidak mementingkan diri, berjasa kepada manusia, tidak menyulitkan keadaan, tidak zHIkO.

kedudukan orang yang berilmu dalam islam